Senin, 06 Oktober 2008

Wanita Suci

Wanita Suci

(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di
Dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena
toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak
mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah
makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu
dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan
membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan
inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding
khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat
mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh
Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak
berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri,
berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan
pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin
kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau
kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu
kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi
karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada
wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski
hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin
kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan
sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata
otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki
itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang
lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda
Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab
suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau
nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu
terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu
menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu’an tangis
do’amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan
itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang
kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta
ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak
pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat
kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi
kita.

dikutip dari: »»::. Goresan Tinta Seorang Hamba .::««